Inovasi Teknologi Terbaru yang Meningkatkan Layanan Kesehatan

Posting ini terakhir diperbarui pada 25 Juli, 2023

Inovasi teknologi adalah sumber kehidupan layanan kesehatan modern. Praktisi semakin mengandalkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan mengembangkan hasil pasien yang unggul.

Inovasi teknologi di Bidang Kesehatan

Industri perawatan kesehatan bergerak cepat, artinya setiap tahun menghadirkan serangkaian teknologi baru yang mendorong kemajuan industri. Di 2020, itu pasar teknologi medis global mencapai nilai $384 miliar, Sebuah 37% meningkat sejak itu 2011.

Begitu, apa saja inovasi teknologi terkini yang telah meningkatkan layanan kesehatan?

Pemantauan Pasien Jarak Jauh (RPM)

Dokter sering kali memiliki terlalu banyak pasien yang harus dipantau secara bersamaan. RPM adalah teknologi yang memberdayakan dokter untuk mengetahui apa yang terjadi pada pasiennya tanpa harus hadir secara fisik.

Manfaat RPM antara lain:

  • Waktu respons lebih cepat
  • Pengurangan biaya yang signifikan
  • Hasil pasien yang lebih menguntungkan

Meningkatnya popularitas teknologi ini dibarengi dengan telemedis. COVID-19 telah mempercepat penerapan RPM, dengan perkiraan 26% orang Amerika menggunakan teknologi RPM oleh 2025.

Teknologi PACS Kardiologi

Teknologi PACS mengubah teknologi kardiovaskular yang kita kenal sekarang. Menurut para ahli, sistem PACS kardiologi bekerja ekstra dengan mengunggah gambar jantung ke satu lokasi.

Kehadiran beberapa gambar kardiovaskular pada satu server jaringan meningkatkan efisiensi dan meningkatkan kolaborasi. Menyediakan gambar seperti ini bagi mereka yang membutuhkannya adalah alat canggih yang mengurangi kesalahan dalam diagnosis dan penerapan perawatan yang salah.

Sistem PACS juga bermanfaat bagi disiplin ilmu lain yang dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kolaborasi.

Kecerdasan Buatan (AI)

AI memiliki banyak bentuk dan telah mentransformasi berbagai industri, tidak terkecuali layanan kesehatan.

Tren utama dalam AI adalah memanfaatkan pembelajaran mesin untuk memproses, menganalisa, dan menafsirkan sejumlah besar data pasien secara bersamaan. Menggunakan ilmu data untuk meningkatkan hasil perawatan adalah strategi terkenal yang berhasil menangani kondisi akut dan kronis.

Membekali dokter dengan informasi tambahan memberikan pengetahuan yang lebih luas tentang pasien dan kondisi mereka, yang hanya bisa menjadi hal yang baik.

Perlu diperhatikan bahwa AI perlu lebih maju untuk menggantikan dokter. Tidak ada pasien yang mengharapkan robot untuk mulai menerapkan rencana perawatan dalam jangka pendek hingga menengah. Etika kedokteran menyatakan bahwa dokter membuat keputusan akhir berdasarkan informasi yang tersedia bagi mereka.

Terapi Digital

Pasien yang memerlukan perawatan berkelanjutan untuk penyakit kronis dapat menerima pendidikan, penyesuaian obat, dan pemantauan gejala. Namun, perawatan ini mahal dan memakan waktu bagi kedua belah pihak.

Terkini berita teknologi mengungkapkan peningkatan adopsi terapi digital yang diterapkan pada kondisi medis tertentu.

Terapi digital berbentuk program perangkat lunak canggih yang dapat diakses pasien melalui ponsel pintar atau aplikasi, seringkali dengan kenyamanan kode QR. Pasien dapat menggunakan platform ini, dengan mudah memindai Kode QR asalkan, untuk memulai pengujian obat, termasuk uji klinis acak.

Kondisi medis tertentu lebih cocok dibandingkan kondisi medis lainnya untuk terapi digital, termasuk diabetes, kegelisahan, kanker, insomnia, dan asma.

Internet Hal Medis

Internet of Things telah ada selama lebih dari satu dekade. Ini adalah jaringan tak terlihat yang menghubungkan benda mati yang mampu terhubung ke Internet. Dalam bisnis kesehatan, ada Internet untuk Hal-Hal Medis.

RPM melalui perangkat 5G, sensor yang dapat dipakai, dan perangkat medis pintar semuanya memanfaatkan Internet of Medical Things. Pasien dan dokter sama-sama memperoleh data pasien terkini dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Masa depan Internet of Medical Things adalah praktisi medis dapat memantau pasien dengan cara baru, termasuk secara sistemik dan holistik.

Perangkat medis yang saling berhubungan telah ada sejak lama, namun penyerapannya lambat selama bertahun-tahun. Ada minat baru terhadap konsep ini, Hal ini telah mendorong industri layanan kesehatan untuk berupaya meningkatkan kegunaan dan menyederhanakan integrasi perangkat yang mendukung ini ke dalam berbagai rangkaian layanan kesehatan.

Kesimpulan

Inovasi layanan kesehatan mengubah cara profesional layanan kesehatan memberikan layanan kepada pasiennya. Dengan meningkatnya jumlah pasien karena populasi yang menua dan jumlah staf yang gagal meningkat, beralih ke teknologi dapat menutup banyak kesenjangan dalam penempatan staf.

Di luar masalah kapasitas, teknologi ini menawarkan pasien kendali lebih besar atas perawatan mereka, terutama melalui platform telehealth. Akhirnya, teknologi ini adalah cara yang terbukti meningkatkan hasil pasien.

Anda Juga Akan Suka Membaca:

Ditulis oleh dr. Ganga Sapkota
Diperbarui pada Juli 25, 2023

Seorang dokter medis lulusan dengan pengalaman bertahun-tahun di bidang medis. Bekerja sebagai dokter penuh waktu di Rumah Sakit Puspanjali, Chitwan, Nepal.